Hakikat kemiskinan agamis berupa ketakbolehan menyampaikan kebutuhan-kebutuhan kepada sesamanya. Hakikat kekayaan agamis berupa ketakbutuhan akan ciptaan, semisal diri. Tasawuf dicapai lewat kelaparan dan pematangan diri dari hal-hal yang disukai dan dihalalkan. Jangan berpintar-diri di hadapan seorang darwis, sebab unjuk pengetahuan membuatnya tak senang. Bersikap lembutlah terhadapnya, sebab kelembutan membuatnya senang. Tasawuf didasarkan pada delapan hal:
- Kemurahan Nabi Ibrahim;
- Kepasrahan Nabi Ishak;
- Kesabaran Nabi Ya'kub;
- Doa Nabi Zakaria;
- Kemiskinan Nabi Yahya;
- Berpakaian Wool seperti Nabi Musa;
- Berlanglang Buana seperti Nabi Isa;
- Kesahajaan Nabi Muhammad saw.